atjehcyber aceh | 728x90

aceh atjehcyber | catmenu

aceh atjeh cyber | #tag

acw atjeh cyber | Headline

TERPOPULER

acw atjeh cyber | commentWrapper

aceh atjeh cyber acheh 728x80

SHARE atjehcyber
Siapa sangka, P. Ramlee alias Teuku Zakaria Teuku Nyak Puteh yang merupakan seorang penyanyi, musisi, aktor kawakan, dan sutradara film Malaysia adalah seorang bangsawan yang di dalam dirinya mengalir ‘darah biru’ seorang pelaut kawakan Aceh, Teuku Nyak Puteh Teuku Karim.
***

Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh atau lebih populer P. Ramlee (seniman) dilahirkan pada hari Rabu 22 Maret 1929 (lahir waktu pagi hari lebaran-red) di Pulau Pinang, Malaysia. Bapaknya, Teuku Nyak Puteh adalah seorang ahli pelayaran yang berasal dari Lhokseumawe. Ibunya bernama Che Mah Hussin berasal dari Kubang Buaya, Butterworth, Malaysia. Penggunaan inisial "P" pada awal namanya diambil dari nama bapaknya Puteh, ketika ia mengikuti lomba menyanyi di Pulau Pinang pada tahun 1947. Sejak saat itu, inisial "P" terus melekat pada namanya hingga akhir hayat. Bakat P. Ramlee di bidang seni, khususnya seni peran dan seni suara sudah ada pada dirinya sejak ia masih kecil. 


Ayah P. Ramlee, Teuku Nyak Puteh Teuku Karim yang berasal dari Lhokseumawe ini merupakan seorang pelaut kawakan Aceh yang merantau ke Malaysia dan menetap di Pulau Penang. Hingga pada tahun 1925, di Kubang Buaya, Butterwort, Malaysia, pelaut Aceh yang gagah perkasa itu menikahi Che Mah Hussein, dara jelita yang bermukim di Kubang Buaya, Butterwort (tempat penyeberangan ferry ke Pulau Penang dari Kedah Darulaman, Malaysia-red).


Pencipta dan pelantun lagu berirama rancak ini menjadi yatim setelah sang ayah, Teuku Nyak Puteh meninggal dunia pada tahun 1955 dan menjadi piatu 12 tahun kemudian sang bunda, Che Mah Hussein juga menyusul sang ayah, setelah sebelumnya ‘menghadiahkan’ P. Ramlee seorang adik tiri (lain ayah dan seibu) yang bernama Syeikh Ali.

Lima tahun sebelum ayahnya meninggal, pelakon film Pendekar Bujang Lapok ini menikahi Junaidah Daeng Harris yang juga berdarah Aceh pada tahun 1950. Dari buah perkawinannya yang hanya berusia 4 tahun itu, pria berkulit hitam manis dan perokok berat ini dianugerahkan dua orang putra yaitu Mohd. Nasir P. Ramlee dan Arfan P. Ramlee kedua putranya itu terpaut usia satu tahun (Mohd. Nasir lahir 1953, Arfan lahir pada tahun 1954).

Pria penyayang ini mempunyai 10 orang anak, 2 orang anak kandung (dari perkawinannya dengan Junaidah), 3 orang anak tiri dari 3 istrinya yaitu Junaidah, Noorizan, dan Saloma, serta 4 orang anak angkat. Delapan orang anaknya yang lain selain Mohd. Nasir dan Arfan yaitu Sazali, Abdul Rahman, Norma, Armali, Betty, Zakiah, Sabaruddin dan Dian.

Pendidikan formal yang pernah ditempuh P. Ramlee dimulai dari Sekolah Melayu Kampung Jawa, kemudian meneruskan ke sekolah Francis Light sampai kelas lima. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan ke Penang Free School hingga kelas tujuh. Selain itu, pada masa pendudukan Jepang, ia juga pernah masuk di sekolah Kaigun (sekolah tentara laut Jepang).

Kecintaan P. Ramlee pada seni musik dan seni suara (penyanyi) mendorongnya untuk giat belajar musik. Berawal dari bermain ukelele, kemudian ia beralih belajar gitar dan biola pada Encik Kamaruddin (pemimpin Brass Band di Penang Free School). Kemudian, untuk mengembangkan bakatnya, ia bergabung dalam orkes Teruna Bintang dan Sinaran Bintang Sore. Sejak itu, ia sering memenangi berbagai lomba tarik suara, di antaranya Juara III (1945) dan Juara II sekaligus terpilih sebagai Bintang Penyanyi Utama Malaya (1947) dalam lomba tarik suara yang diselenggarakan oleh Radio Pulau Pinang 

Keterlibatan P. Ramlee dalam seni peran berawal, ketika ia diundang untuk memeriahkan sebuah Pesta Pertanian Ria di Bukit Mertajam pada tanggal 1 Juni 1948. Dalam pesta itu, ia menyanyikan sebuah lagu ciptaannya sendiri berjudul Azizah. B.S. Rajhans, seorang pengarah film dari Shaw Brothers Singapura juga hadir dalam acara tersebut, dan kebetulan sedang mencari penyanyi berbakat. Setelah mendengar lagu persembahan P. Ramlee, Rajhans menawarkan padanya untuk menjadi penyanyi latar dalam film-film yang akan diarahkannya. Kemudian, pada tanggal 8 Agustus 1948, P. Ramlee pun berangkat ke Singapura dengan menumpang kereta api. Di Singapura, ia belajar dan mengembangkan bakatnya di bidang seni peran dan seni suara di Studio Malay Film Productions. 

Karena kecintaannya dalam dunia film, P. Ramlee mampu melakukan berbagai macam pekerjaan maupun peran. Ia pernah menjadi clepper boy, pembantu jurukamera, menjaga continuity, dan sebagai penyanyi latar. Khusus dalam seni peran, ia mampu memerankan berbagai watak (karakter) misalnya, dalam film pertamanya yang berjudul Cinta, memerankan karakter penjahat (1948); dalam film Nur Asmara dan Nasib bersama D. Harris memerankan karakter lucu (komedi); dan dalam film Bakti memerankan karakter hero (pahlawan). Selain itu, ia adalah bintang film pertama yang bisa menyanyi tanpa menggunakan penyanyi latar. 

Sejak tahun 1948 hingga 1955, keaktoran P. Ramlee di dunia perfilman terus berkembang dan telah membintangi 27 buah judul film. Datuk L. Krishnan (pengarah/sutradara film Melayu terkenal pada tahun 50-an dan 60-an) adalah salah seorang guru P. Ramlee yang senantiasa memberikan motivasi agar selalu belajar berakting. Selain Krishnan, ia juga banyak dipengaruhi oleh karya sutradara-sutradara asing, seperti Akira Kurosawa dari Jepang dan Satyajit Rai dari India. Sementara gaya lakon (akting) P. Ramlee banyak terinspirasi dari dua aktor terkenal India Selatan, yaitu MGR dan Sivaji Ganesan. Kepiawaiannya dalam berakting juga banyak dipengaruhi teman mainnya sesama aktor handal, seperti Nordin Ahmad, Saadiah, A.Rahim, Daeng Idris, Normadiah dan lain-lain.

Setelah membintangi film terakhirnya yang berjudul Hang Tuah tahun 1955, P. Ramlee beralih menjadi pengarah atau sutradara film. Film pertama yang disutradarai berjudul Penarik Becak (1955), dan setahun kemudian (1956), ia menyutradarai lagi filmnya yang kedua berjudul Semerah Padi. Film-film arahannya tersebut senantiasa menuai sukses, disamping karena teknik pengambilan gambar (trick-short) dan drama yang baik, juga karena penuh dengan unsur-unsur budaya dan agama. Selain itu, P. Ramlee juga telah melakukan berbagai pembaharuan, baik dari segi teknik, arahan, maupun seni aktingnya. 

Setelah sukses membintangi dan mengarah beberapa film di Singapura, P. Ramlee pindah ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk bekerja di Studio Merdeka di Ulu Kelang. Selama 9 tahun di studio tersebut, ia berhasil mengeluarkan 18 buah film, menciptakan serta menyanyikan lagu-lagu dalam film sebanyak 60 buah. Dalam proses penciptaan lagu, ia banyak dibantu oleh rekan-rekannya, seperti S. Sudarji, Jamil Sulong, H. M. Rohizad, Ainol dan sebagainya. Tidak diketahui secara tepat, berapa jumlah lagu yang telah diciptakannya, yang pasti dikenali masyarakat seniman kira-kira berjumlah 250 buah. 

Selain sebagai aktor dan pengarah film, P. Ramlee juga aktif dalam berbagai bidang organisasi, di antaranya Persatuan Artis-artis Malaya (PERSAMA), Kumpulan Musik PANCA SITARA, Pasukan Badminton (SEKAWAN BINTANG), dan Sepak Takraw (SANGGA BUANA). Disamping itu, ia juga pernah mengadu nasib di bidang perdagangan dengan menerbitkan majalah hiburan Bintang dan majalah Gelanggang Films. Bersama rekan-rekannya, ia pernah mendirikan dua buah perkumpulan film, yaitu Perusahaan Film Malaysia (PERFIMA) dan SAZARA Film Company. P. Ramlee juga sering diundang dalam forum-forum penting, di antaranya dalam Kongres Bahasa dan Persuratan Melayu Ketiga di Singapura dan di Johor Bahru (1956), dan Kongres Kebudayaan Kebangsaan di Universitas Malaya, Kuala Lumpur (1971). Semasa hidupnya, ia pernah berkunjung ke beberapa negara, di antaranya Indonesia, Hong Kong, Manila dan Tokyo. Film terakhir yang dibintangi sebelum ia menghembuskan nafas terakhir berjudul Laksamana Do Re Mi tahun 1972, sedangkan lagu dan lirik terakhirnya berjudul Ayer Mata di Kuala Lumpur pada tahun 1973. 

P. Ramlee meninggal dunia pada tanggal 29 Mei 1973 dalam usia 44 tahun, akibat serangan jantung. Jenazahnya dimakamkan di Tanah Perkuburan Islam, Jalan Ampang Kuala Lumpur, Malaysia. Ia meninggalkan sebuah rumah yang berada di jalan Depap yang telah dijadikan Pustaka Peringatan P.Ramlee pada tahun 1986. Selain itu, namanya telah diabadikan sebagai nama jalan di Pusat Bandar Raya Kuala Lumpur menjadi Jalan P. Ramlee (yang dulunya bernama Jalan Parry) pada tahun 1982. Sepanjang hidupnya, ia telah tiga kali menikah, yaitu Junaidah anak pelawak D. Harris (istri pertama, 1948), Norizan bekas isteri Sultan Perak (istri kedua, 1955), dan Salmah Ismail atau Saloma (istri ketiga, 1961).

Karya-karya

Sebagai seniman film dan musik, P.Ramlee telah melahirkan banyak karya film dan lagu, di antaranya:

Film-film yang dibintangi P. Ramlee:

  1. Abu Hassan Penchuri (1955)
  2. Ahmad Albab (1968)
  3. Ali Baba Bujang Lapok (1961)
  4. Aloha (1950)
  5. Anak Bapak (1968)
  6. Anak-ku Sazali (1956)
  7. Anjoran Nasib (1952)
  8. Antara Dua Darjat (1960)
  9. Antara Senyum Dan Tangis (1952)
  10. Bakti (1950)
  11. Bujang Lapok (1957)
  12. Bukan Salah Ibu Mengandung (1969)
  13. Chinta, film pertama  (1948)
  14. Dajal Suchi (1965)
  15. Di Belakang Tabir (1969)
  16. Do Re Mi (1966)
  17. Doktor Rushdi (1970)
  18. Enam Jahanam (1969)
  19. Gelora (1970)
  20. Gerimis (1968)
  21. Hang Tuah (1956)
  22. Hujan Panas (1953)
  23. Ibu / Mother (1953)
  24. Ibu Mertua Ku (1962)
  25. Jangan Tinggal Daku (1971)
  26. Juwita (1951)
  27. Kanchan Tirana (1969)
  28. Keluarga 69 (1967)
  29. Labu Dan Labi (1962)
  30. Laksemana Do Re Mi, film terakhir  (1972)
  31. Love Parade (1963)
  32. Madu Tiga (1964)
  33. Masam Masam Manis (1965)
  34. Melanchong Ke Tokyo (1964)
  35. Merana (1954)
  36. Miskin (1952)
  37. Musang Berjanggut (1959)
  38. Nasib (1949)
  39. Nasib Do Re Mi (1966)
  40. Nasib Si Labu Labi (1963)
  41. Nilam (1949)
  42. Noor Asmara (1949)
  43. Nujum Pak Belalang (1959)
  44. Pancha Delima (1957)
  45. Panggilan Pulau (1954)
  46. Patah Hati (1952)
  47. Penarek Becha (1955)
  48. Pendekar Bujang Lapok (1959)
  49. Penghidupan (1951)
  50. Perjodohan (1954)
  51. Putus Harapan (1953)
  52. Putus Sudah Kaseh Sayang (1971)
  53. Rachun Dunia (1950)
  54. Ragam P Ramlee & Damaq (1964)
  55. Sabarudin Tukang Kasut (1966)
  56. Se Merah Padi (1956)
  57. Sedarah (1952)
  58. Sejoli (1951)
  59. Seniman Bujang Lapok (1961)
  60. Sergeant Hassan (1958)
  61. Sesudah Suboh (1967)
  62. Siapa Salah (1953)
  63. Sitora Harimau Jadian (1964)
  64. Sumpah Orang Minyak (1958)
  65. Takdir Illahi (1950)
  66. Tiga Abdul (1964)

Lagu-lagu P. Ramlee bersama Saloma:

  1. Aci Aci Buka Pintu
  2. Aduh Sayang
  3. Aduhai Sayang
  4. Ahmad Albab
  5. Ai Ai Twist
  6. Aku Bermimpi
  7. Aku Debuk
  8. Aku Menangis
  9. Aku Tak Berdaya
  10. Aku Terpesona
  11. Ala Payong
  12. Alam
  13. Alam Di Tiup Bayu
  14. Alam Maya
  15. Alangkah Indah Di Waktu Pagi
  16. Alhamdulillah
  17. Ali Baba Rock
  18. Alunan Biola
  19. Anak-ku Sazali
  20. Aneka Ragam
  21. Angin Malam
  22. Apa Guna Berjanji
  23. Apabila Kau Tersenyum
  24. Apek Dan Marjina
  25. Asmara Bergelora
  26. Asmara Datang Bersama Sang Bulan
  27. Asmara Murni
  28. Assalamualaikum
  29. Awan Mendung Telah Tiba
  30. Awas-awas Jangan Tertawan
  31. Ayam Ayam
  32. Ayer Mata
  33. Ayer Mata Di Kuala Lumpur
  34. Azizah
  35. Bahagia
  36. Bahtera Karam
  37. Baidah
  38. Barang Yang Lepas Jangan Di Kenang
  39. Bawah Rumpunan Bambu
  40. Bayangan Wajahmu
  41. Beginilah Nasib
  42. Belantara
  43. Berdendang Ria
  44. Berhati Lara
  45. Berkorban Apa Saja
  46. Bermandi-manda
  47. Berpedati
  48. Bersama
  49. Bertamasha
  50. Betapa Riangnya
  51. Biarlah Aku Pergi
  52. Bila
  53. Bila Mama Pakai Chelana
  54. Bila Tiba Masa
  55. Bintang Hati
  56. Bintang Sore
  57. Bubor Sagu
  58. Budi Dibawa Mati
  59. Bujang Merempat
  60. Bulan Dan Juga Angin
  61. Bulan Jatuh Ke Riba
  62. Bulan Mengambang
  63. Bumiku Ini
  64. Bunga Mekar
  65. Bunga Melor
  66. Bunyi Gitar
  67. Burung Pungok
  68. Chemara Jingga
  69. Chemburu
  70. Chinta
  71. Chinta Abadi
  72. Choraknya Dunia
  73. Cik Cik Keboom
  74. Dalam Air Terbayang Wajah
  75. Dari Hati Ke Hati
  76. Dari Masa Hingga Masa
  77. Debaran Jiwa
  78. Dendang Perantau
  79. Dengar Ini Cherita
  80. Dengarlah Kemala Hati
  81. Dengarlah Rayuanku
  82. Dengarlah Sang Ombak Berdesir
  83. Derita
  84. Dewi Ilhamku
  85. Dewi Puspitaku
  86. Di Bibir Mu Terlukis Kata
  87. Di Mana Kan Ku Chari Ganti
  88. Di Mana Suara Burong Kenari
  89. Di Pinggiran
  90. Di Pulau
  91. Dia Dan Aku
  92. Di Renjis-renjis Di Pilis
  93. Di Telan Pahit Di Buang Sayang
  94. Do Re Mi
  95. Duka Berganti Suka
  96. Dunia Hanya Pinjaman
  97. Dunia Ini Hanya Palsu
  98. Embun Menitik
  99. Engkau Laksana Bulan
  100. Enjit Enjit Semut
  101. Dll.
4. Penghargaan
Atas karya dan jasa-jasanya bagi dunia seni, P. Ramlee telah menerima sejumlah penghargaan, di antaranya:
  1. Aktor Pria Terbaik, dalam film Anak-ku Sazali pada Festival Film Asia ke-4 di Tokyo (tahun 1957)
  2. Award Fotografi Hitam Putih Terbaik pada Festival Film Asia.
  3. Gelar Sargeant Titular dari Askar Melayu.
  4. Film Komedi Terbaik, dalam film Bujang Lapuk pada Festival Film Asia di Kuala Lumpur (tahun 1959).
  5. Film Komedi Terbaik, dalam Film Nujum Pak Belalang pada Festival Film Asia ke-7 di Tokyo (tahun 1960).
  6. Bintang Ahli Mangku Negara (AMN) dari DYMM Seri Paduka Baginda di Pertuan Agung Ketiga di Malaysia (tahun 1962).
  7. Award Khas The Most Versatile Talent, dalam film Ibu Mertua Ku  pada Festival Film Asia ke-10 di Tokyo (tahun 1963).
  8. Film Komedi Terbaik, dalam film Madu Tiga pada Festival Film Asia ke-11 di Taipei (tahun 1964).
  9. Pengubah Lagu Terbaik Se Asia pada Festival Film Asia di Hong Kong (1956).
  10. Bintang Kebesaran Darjah Panglima Setia Mahkota dengan gelar Tan Sri dari Seri Paduka Baginda Yang di Pertuan Agung di Malaysia (tahun 1990).
Sumber :
  1. www.p-ramli.com
  2. www.wikipedia.org

aceh atjeh cyber acheh | 336x280

aceh atjeh cyber acheh | 300x250

aceh atjeh cyber acheh | TabView

→ Utama » Index »

aceh atjeh cyber acheh | WrapperRight