Join :
Citizen/Kirim Berita:

ATJEH CYBER WARRIOR™

aceh atjeh cyber acheh | 728x90

aceh atjeh cyber acheh | catmenu

Follow us:
Kirim Berita :

aceh atjeh cyber acheh | carousel

aceh atjeh cyber acheh | #tag

acw atjeh cyber | Headline

acw atjeh cyber | commentWrapper

aceh atjeh cyber acheh 728x80

Peristiwa Idi Cut Aceh

Judul : Peristiwa Idi Cut Aceh
Sub Judul : Dari Tragedi ke Impunitas
Penulis : Otto Syamsuddin Ishak
Pengantar : Agung Putri
Penerbit : Cordova, ICCO, LSPP - 2001
Tebal : XVI dan 89 halaman



Tak banyak orang yang tahu apa yang terjadi di Idi Cut, kecamatan Darul Aman, Aceh Timur pada tgl 2-3 Februari 1999, tepatnya di Meunasah Blang. Pada hari itu puluhan nyawa melayang dan puluhan orang luka-luka sambar peluru aparat keamanan seusai diadakan dakwah Islamiyah (tablik akbar) yang dihadiri hampir 15 ribu massa rakyat.

Di tengah pengajian yang dihadiri ribuan massa rakyat para penceramahan memuntahkan segala harapan dan ketakutannya. Pengajian dalam suasana baru saja lepas dari ketegangan bertahun-tahun oleh intaian operasi militer tentu sangat berapi-api Pengajian itu juga sekaligus upaya merebut ruang kebebasan berkumpul yang telah lama lenyap. Acara pengajian di halaman Meunasah Blang, Idi Cut, Aceh Timur ini lebih merupakan karnaval massa rakyat dalam menyambut keadaan baru, yaitu lepasnya himpitan kekerasan dari pundak mereka.

Namun apa lacur, pihak militer tidak siap menghadapi keadaan massa rakyat yang sedang menikmati kenyataan baru. Lebih juah lagi pihak militer tidak siap menghadapi kenyataan hilangngya kekuasaan mereka atas hati dan pikiran rakyat Aceh. Oleh karena itu pihak militer panik. Buku ini adalah rekaman bagaimana kepanikan pihak militer yang kehilangan kekuasaan atas hati dan pikiran rakyat Aceh itu berupaya merebutnya kembali. 

Kekerasan tentu jalan utama yang mereka gunakan, karena cara lain memang mereka tak kenal dan tak pernah pula diajarkan. Benturan antara luapan perasaan kebebasan dari rakyat dengan kepanikan pihak militer yang kehilangan kekuasaan akhirnya menghadirkan tragedi yang megerikan. Tragedi yang menciptakan puluhan korban jiwa dan puluhan korban luka parah oleh peluru aparat inilah yang dikenal sebagai Peristiwa Idi Cut.

Penulis buku ini berhasil merekonstruksi seluruh seluk-beluk peristiwa itu dari kedua sisi. Sisi pertama adalah konstruksi dari para petinggi militer setempat yang mensosiasikan seluruh gerakan massa dalam pengajian itu adalah gerak politik Aceh Merdeka. Seluruh uraian dan keterangan serta tindakan-tindakan aparat pasca peristiwa juga diarahkan untuk membenarkan asumsi itu. 

Argumen yang digunakan adalah pengajian itu tanpa izin dan terjadinya sweeping oleh masyarakat serta adanya letusan senjata dari kerumunan massa yang hendak pulang setelah pengajian dibubarkan aparat. Singkatnya aparat melakukan penembakan telah sesuai dengan tugasnya karena adanya provokasi dan hinaan terhadap aparat oleh masyarakat yang mengikuti pengajian dengan meneriakan, hidup Aceh Merdeka.

Sisi kedua adalah konstruksi berdasarkan testimoni dari korban yang selamat atau para penduduk yang luput dari sasaran peluru aparat saat ini. Peristiwa berawal dari diobrak-abriknya podium ceramah oleh dua truk aparat Koramil dan terjadinya penganiayaan terhadap penduduk yang hadir saat itu. Provokasi aparat itu tidak menyurutkan niat massa menghadiri pengajian tersebut. Bahkan pengajian akhirnya berlangsung sampai larut malam yang dihadri ribuan massa. 

Ketika hendak pulang massa yang jumlahnya ribuan itu dilempari baru dari arah Kantor Koramil. Lemparan yang mengenai massa itu membuat panik. Di tengah kepanikan itulah letusan senjata dari arah Koramil menyalak dan menelan puluhan korban jiwa. Korban yang tewas kemudian sebagian dibuang ke Sungai Arakundo. Jasad korban baru ditemui oleh masyarakat besoknya. Namun kesaksian massa rakyat ini diputar balik oleh aparat dengan menghembuskan semua kejadian itu dilakukan oleh GAM karena ditemukannya satu selonsong peluru AK 47 di lokasi penemuan mayat.

Lebih juah dengan membandingkan kedua konstruksi itu penulis buku ini menghadirkan bagaimana kerja aparat di Aceh dalam mengelabui publik dan menutup rapat kejahatan-kejahatan yang dilakukannya. Proses pengelabui itu terus berjalan juga didukung oleh sebagian elit birokrasi sipil Aceh yang membenarkan tindakan aparat itu. 

Sampai saat ini jika disimak maka yang terus berlangsung di Aceh adalah brutalitas dan cara pembenaran yang sama dengan peristiwa Idi Cut dengan pengelabuan yang luar biasa. Sehingga rakyat ditempatkan sebagai sasaran tembak terus-menerus. Pengelabuan itu yang mempertahankan seluruh operasi militer di Aceh sampai kini dengan menciptakan GAM di sisi lain.

Buku ini sangat penting bagi siapa saja yang memiliki kepedulian terhadap rakyat Aceh untuk menyimak perasaan dan kenyataannya.

***



aceh atjeh cyber acheh | 336x280

HEADLINES
ISLAMPEDIA!

aceh atjeh cyber acheh | 300x250

aceh atjeh cyber acheh | TabView

→ Utama » Index »
→ News» Index »
→ Tech » Index »

aceh atjeh cyber acheh | WrapperRight