Join :
Citizen/Kirim Berita:

ATJEH CYBER WARRIOR™

aceh atjeh cyber acheh | 728x90

aceh atjeh cyber acheh | catmenu

Follow us:
Kirim Berita :

aceh atjeh cyber acheh | carousel

aceh atjeh cyber acheh | #tag

acw atjeh cyber | Headline

acw atjeh cyber | commentWrapper

aceh atjeh cyber acheh 728x80

[Video] Tragedi Sepak Bola Berdarah di Mesir, 74 Penonton Tewas

Kerusuhan Sepak Bola Mesir

Kairo - Puluhan warga Mesir tewas, Rabu, dalam perkelahian antarpenonton pada pertandingan sepak bola di Port Said. Kejadian ini merupakan salah satu insiden kekerasan terburuk di dunia olahraga di Mesir dalam beberapa dasawarsa ini.

Televisi pemerintah Mesir melaporkan jumlah korban tewas meningkat menjadi 74 setelah penggemar tim sepak bola saingan bergegas ke lapangan, melemparkan batu dan tongkat satu sama lain, dan memicu penyerbuan.

Korban tewas akibat kerusuhan ini diperkirakan bertambah mencapai 74 orang, dan ribuan orang lainnya mengalami luka-luka. Sementara itu, kerusuhan diduga akibat adanya provokasi dari simpatisan mantan Presiden Mesir, Hosni Mubarak.

Seorang pejabat medis, yang berbicara dengan syarat anonim karena ia tidak berwenang untuk memberikan informasi, mengatakan beberapa orang yang tewas adalah petugas keamanan. Kejaksaan Mesir telah memerintahkan penyelidikan segera terhadap penyebab kematian mereka.

Saksi mata mengatakan kebanyakan korban tewas akibat terinjak-injak setelah suporter dari tim tuan rumah, Al-Masry, menyerbu lapangan setelah menang 3-1 melawan Al-langka Ahly. Mereka kemudian mengejar pemain dan suporter dari tim saingan dan menghajarnya tanpa ampun.

Tentara dan Polisi Diduga Dalang Kerusuhan

Ikhwanul Muslimin, kekuatan politik terbesar di Mesir, menuding pendukung presiden terguling, Hosni Mubarak, merupakan provokator yang memicu terjadinya kekerasan antar suporter dalam pertandingan tersebut Masry.

"Peristiwa di Port Said, direncanakan dan merupakan pesan dari sisa-sisa rezim sebelumnya," kata anggota parlemen, Essam al-Erian, seperti dikutip dari Aljazeera, Kamis (2/2/2012).

Dari kabar yang beredar, militer dan polisi adalah merupakan kelompok pendukung Hosni Mubarak. Mereka dikabarkan sengaja membiarkan terjadinya kerusuhan, sebagai aksi pembalasan terhadap gerakan protes dari kelompok garis keras yang memunculkan revolusi di Mesir.

Pasalnya selama ini, kelompok yang anti-militer ini banyak berada di organisasi garis keras atau lebih dikenal sebagai ultras dari suporter klub sepakbola.

Merekalah yang selama ini sering menyuarakan anti-polisi dan militer yang dianggap menyalahgunakan kekuasaan selama rezim Hosni Mubarak. Saat menggelar demonstrasi di Kementerian Dalam Negeri, mereka berkumpul di sekitar markas klub Al-Ahly di Kairo. Akibatnya, fans klub itu dituding ikut terlibat dalam aksi protes.

Menurut sejumlah saksi mata, petugas keamanan memang seperti membiarkan kerusuhan terjadi. Bahkan menjelang pertandingan, petugas di pintu masuk seperti membiarkan suporter membawa pisau ke stadion.

"Tidak ada yang bergerak. Tidak ada petugas keamanan dan ambulan. Juga tidak ada upaya pengamanan," ungkap pemain Al-Ahly, Mohamed Abo Treika, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Karena itulah, kata dia, suporter tuan rumah begitu leluasa masuk ke lapangan, dan kemudian menyerang pemain tim tamu. Bahkan saat keributan meluas ke luar stadion, polisi juga tidak terlihat.

Mesir Berkabung Nasional Selama 3 Hari

Tragedi sepakbola berdarah menyisakan duka mendalam bagi publik Mesir. Pemerintah pun menetapkan masa berkabung nasional selama 3 hari, terhitung sejak hari ini.

"Masa berkabung nasional diumumkan selama 3 hari, sejak hari Kamis (2 Februari 2012) hingga matahari tenggelam pada hari Sabtu (4 Februari 2012)," demikian pernyataan militer yang berkuasa di Mesir, Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) dalam akun Facebook-nya seperti dilansir oleh media terbesar di Mesir, Ahram Online, Kamis (2/2/2012).


Menteri Dalam Negeri Mesir, Mohammed Ibrahim memecat Kepala Keamanan Port Said, Essam Samak karena dinilai tidak mampu menjaga ketertiban dan keamanan jalannya pertandingan sepakbola antara tim tuan rumah Al-Masri dengan tim asal Kairo, Al-Ahly.

Masa berkabung ini bertujuan untuk memberikan perhormatan terakhir bagi para korban tewas dalam tragedi sepakbola terburuk dalam beberapa tahun terakhir di Mesir tersebut. Ditambahkan juga, otoritas Mesir akan membentuk sebuah komite khusus untuk menyelidiki insiden maut yang sejauh ini menewaskan 74 orang.

Dalam bentrokan maut ini, ratusan pendukung tim tuan rumah, Al-Masri menyerang pendukung tim lawan, Al-Ahly dengan melempari batu maupun botol. Atas kondisi ini, aparat polisi terlihat tak mampu mengendalikan situasi. Rekaman-rekaman video menunjukkan sejumlah polisi hanya berdiri melongo saat para suporter terlibat bentrok.

Para anggota parlemen Mesir menuding pemerintah militer Mesir sengaja membiarkan kerusuhan itu berlangsung. Tujuannya, untuk menjustifikasi penggunaan kekuatan militer dan polisi secara meluas. [Tempo/Kompas/Detiknews/Tribunnews]


Video Kerusuhan Sepak Bola Mesir

aceh atjeh cyber acheh | 336x280

HEADLINES
ISLAMPEDIA!

aceh atjeh cyber acheh | 300x250

aceh atjeh cyber acheh | TabView

→ Utama » Index »
→ News» Index »
→ Tech » Index »

aceh atjeh cyber acheh | WrapperRight