atjehcyber aceh | 728x90

aceh atjehcyber | catmenu

aceh atjeh cyber | #tag

acw atjeh cyber | Headline

TERPOPULER

acw atjeh cyber | commentWrapper

aceh atjeh cyber acheh 728x80

SHARE atjehcyber
Headline

Athena, ATJEHCYBER.net – Kakek ini memilih untuk mengakhiri hidupnya. Ia menembakkan peluru ke kepalanya di depan gedung parlemen Yunani di Ibukota Athena, dengan kecaman pedas ditujukan pada pemerintah.

Pria itu adalah Dimitris Christoulas yang berusia 77 tahun. Pada Rabu (4/4/2012) sebelum pukul 09.00 pagi waktu setempat, ia bunuh diri di Syntagma Square, area yang sibuk di ibukota. Ia adalah ahli kimia, memiliki seorang istri dan satu putri.

Ia memiliki bisnis farmasi yang telah dijual pada 1994 lalu. Media setempat melaporkan, Christoulas meninggalkan sebuah surat wasiat bunuh diri. Isinya merupakan kecaman terhadap pemerintah, yang ia tuding menghapus semua hasil kerja kerasnya selama puluhan tahun.

“Usia saya yang sudah lanjut, tak memungkinan untuk membuat tindakan dinamis. Saya tak melihat cara lain, selain mengakhiri hidup. Saya tak mungkin hidup dari satu tong sampah ke tong sampah lainnya agar bisa bertahan,” tulis Christoulas dalam surat terakhirnya.

Masyarakat pun terkesiap. Mereka meletakkan bunga di tempat Christoulas tewas sebagai tanda simpati. Dunia maya pun dipenuhi pesan-pesan mengenai pria ini. Sore harinya, ratusan pengunjuk rasa langsung berkumpul di depan gedung parlemen itu. Tak lama, terjadi bentrok massal antara polisi antihuru-hara dan pengunjuk rasa, diawali dengan pelemparan bom molotov ke polisi.

Jubir pemerintah Pantelis Kapsis menyatakan, apa yang dilakukan Christoulas merupakan tragedi. Tapi penyebab sebenarnya belum diketahui secara pasti. Meski depresi dan bunuh diri di Yunani meningkat sejak negara ini harus memangkas banyak anggaran karena tercekik utang.

Langkah-langkah penghematan (austerity measure) harus dilakukan negara ini agar bisa memenuhi persyaratan untuk menerima bantuan keuangan internasional. Akibatnya, pemerintah kelalabakan melakukan berbagai macam penyesuaian.

Salah satunya, memangkas tunjangan bagi para pensiunan. Selain menaikkan pajak dan PHK sejumlah PNS di negara itu. Yunani menjadi negara yang terpukul paling keras saat krisis terjadi di zona euro atau sebagian Eropa.

Sepintas, apa yang terjadi dengan Yunani ini mengingatkan kita akan Tunisia di Afrika Utara. Seorang pemuda membakar dirinya di depan sebuah kantor DPRD, karena gerobak yang ia gunakan untuk menjual sayur mayur diambil aparat. Alasannya, ia tak mampu melunasi utang-utangnya.

Mulanya, terjadi unjuk rasa kecil memprotes kematian pemuda itu. Rakyat mempertanyakan, mengapa pemerintah tak bisa melakukan sesuatu untuk menyelamatkan si pemuda. Tak lama, unjuk rasa membesar dan merembet ke seluruh penjuru negeri.

Terjadilah gelombang revolusi yang menggulingkan rezim mantan Presiden Ben Ali. Apa yang terjadi di Tunisia ini kemudian menjadi inspirasi seluruh negara Arab. Dalam setahun, gelombang revolusi sudah menyebar dan menumbangkan sejumlah rezim.

Bukan tak mungkin hal ini akan terjadi di Yunani, jika pemerintah Perdana Menteri (PM) Lucas Papademos tak cepat-cepat mengendalikannya. Meski ada perbedaan, yakni para pemimpin Eropa yang bukan diktator yang telah memimpin selama puluhan tahun.

Tumpuan harapan Eropa saat ini berada di tangan kekuatan besar seperti Jerman dan Prancis. Kedua negara ini menjalin kerjasama dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membantu negara-negara yang sedang mengalami kesulitan di kawasan tersebut. Sebab, Yunani bukan satu-satunya. (inilah)

Like & Tweet :


Join & Follow :

aceh atjeh cyber acheh | 336x280

aceh atjeh cyber acheh | 300x250

aceh atjeh cyber acheh | TabView

→ Utama » Index »

aceh atjeh cyber acheh | WrapperRight