Join :
Citizen/Kirim Berita:

ATJEH CYBER WARRIOR™

atjehcyber aceh | 728x90

aceh atjehcyber | catmenu

Follow us:
Kirim Berita :

atjehcyber aceh | carousel

aceh atjeh cyber | #tag

acw atjeh cyber | Headline

acw atjeh cyber | commentWrapper

aceh atjeh cyber acheh 728x80


ATJEHCYBER | KABUL - Kelakuan arogan dari pasukan asing di Afghanistan, yang kurang mau memahami budaya atau adat istiadat orang Afghanistan adalah salah satu alasan utama dari meningkatnya serangan terhadap pasukan asing yang terjadi di Afghanistan, kata seorang analis.

"Amerika Serikat dan pasukan NATO secara keseluruhan tidak pernah benar-benar mau mencoba memahami budaya Afghanistan, sehingga banyak dari mereka bertindak arogan yang memicu kekerasan," kata seorang kolumnis sebuah media bernama Conn Hallinan, yang bekerja untuk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat saat di wawancarai Press TV, Senin (27/8/2012) dinihari atau Selasa waktu setempat.

Dia membuat komentar seminggu setelah tujuh tentara pimpinan Amerika Serikat tewas ketika pasukan keamanan Afghanistan menembaki mereka dalam serangan yang disebut green-on-blue atau insider.

Menurut hitungan NATO, serangan tersebut telah menewaskan total 37 tentara asing tahun ini, tahun sebelumnya, 35 kematian tentara terdata.

"Serangan-serangan meningkat pada tentara Amerika adalah kombinasi dari jenis runtuhnya pemerintah Karzai dari dalam secara pelan-pelan. Ini adalah pemerintah yang sangat tidak populer, ia telah membangun tentara yang tidak sangat populer sehingga ada kesempatan besar bagi gerilyawan untuk menyusup, "katanya.

Menanggapi mengapa Amerika Serikat masih menduduki Afghanistan, meskipun invasi dimulai dengan dalih menangkap Osama bin Laden yang kini sudah lama meninggal, analis ini menyebut bahwa invasi tidak akan pernah dimaksudkan hanya untuk 'mengejar bin laden atau al-Qaeda. "

Namun, katanya lebih lanjut, invasi terjadi karena Afghanistan menjadi negara "sangat penting" dan itu juga sebagai alasan pintu masuk "invasi" ke daerah lain di benua Asia, ulasnya.

"Afghanistan berbatasan dengan China, Pakistan dan Iran, dan Amerika Serikat ingin menyimpan kekuatan militer di salah satu perbatasan Iran, "jelas kolumnis ini pula.

Ketika disunggung melimpahnya sumber daya alam di Afghanistan, ia menambahkan bahwa Afghanistan akan memainkan peran yang sangat penting dimasa depan untuk gas dan minyak yang bergerak dari wilayah Kaspia ke selatan Pakistan dan India. Artinya, Hallinan ingin mengatakan bahwa kekayaan alam Afganistan menjadi target utama atau daya tarik utama pasukan asing masuk ke negeri penuh konflik ini, tentunya buat "investasi" masa depan.

"Kompetisi untuk menguasai sumber daya energi selalu menjadi nomor satu bagi Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya, sehingga dalam hal ini baik secara politik, geografis maupun kolonialis (pendudukan/penjajahan), mereka datang untuk sumber daya itu, "tudingnya.

sumber:aceh.tribunnews
Like → Tweet :
Join → Follow :

aceh atjeh cyber acheh | 336x280

HEADLINES
ISLAMPEDIA!

aceh atjeh cyber acheh | 300x250

aceh atjeh cyber acheh | TabView

→ Utama » Index »
→ News» Index »
→ Tech » Index »

aceh atjeh cyber acheh | WrapperRight