LOADING...

atjehcyber thumbkanan

atjehcyber stick

Taliban: “Ingin Berdamai? Siapkan Syariat Islam!”

Dibaca  Kali
ATJEHCYBER Friday, December 28, 2012 11:30 WIB

ATJEH CYBER WARRIOR™

Para pejabat Pakistan melaporkan bahwa kelompok Taliban Pakistan, Kamis, menculik lebih dari 30 tentara Pakistan dari utara pos negara.

Para pejabat pemerintah mengatakan bahwa puluhan orang bersenjata dengan peluncur roket “RPG”, dan senjata otomatis, menyerang dua pasukan militer di Pakistan barat laut, sehingga menewaskan dua dari mereka,dan sementara yang lain menghilang.

Para pejabat mengatakan serangan terjadi sebelum fajar hari Kamis di kota “sirkuit Adam Khel”, di wilayah khoibar Pakhtunkhwa. Daerah yang dekat dengan benteng Taliban Pakistan.

Perkembangan ini datang setelah gerakan Taliban mengumumkan melalui jurubicara mereka, menetapkan syarat untuk gencatan senjata, salah satunya menerapkan hukum Islam dan memutuskan hubungan dengan Amerika Serikat. pejabat senior pemerintah menggambarkan syarat tersebut sebagai hal yang “tidak masuk akal”.

Para pejabat militer telah menyatakan November lalu bahwa kepemimpinan operasi di Taliban pindah dari Hakimullah Mehsuh ke wakilnya Wali Rahman, yang dianggap lebih terbuka dan mau menerima rekonsiliasi dengan pemerintah Pakistan yang menolak gerakan taliban.

Seorang pejabat pemerintah Pakistan mengatakan, “Mereka (Taliban Pakistan) adalah kelompok penjahat,” dan menggambarkan tawaran Taliban tersebut sebagai hal yang “tidak masuk akal”.

Dia menambahkan, “Tidak ada yang bisa mengambil tawaran atau syarat ini…Taliban Pakistan bukanlah entitas yang seimbang dengan Pakistan, tentu pemerintah manapun menolak untuk bernegosiasi dengannya..”

*SKYNEWS | ERMUS | AZ
Like → Tweet :
Join → Follow :
KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.