atjehcyber search

atjeh cyber tickhead

LOADING...

atjehcyber thumbkanan

iof aceh, aceh off-road, toyota, acceh adventure, off road aceh/h1>

rental mobil di aceh, rental mobil aceh, jasa rental mobil aceh, sewa mobil di aceh, rental mobil banda aceh, sewa mobil di banda aceh

atjehcyber stick

#TAGatjehcyber Home /

FPI vs SBY: Mendagri Akui Tak Mampu Tindak FPI

Saturday, July 27, 2013 02:39 WIB
Dibaca:   kali

atjehcyber, atjeh cyber, atjeh news, atjeh media, atjeh online, atjeh warrior, acehcyber, aceh cyber, aceh warrior, aceh cyber online, atjeh cyber warrior

Mendagri Gamawan Fauzi mengaku dirinya tidak bisa berbuat banyak dalam menindak FPI, terlebih membubarkan Ormas tersebut. Pasalnya, UU Ormas yang awalnya diduga bisa menindak ormas yang melakukan 'kekerasan' ternyata tidak bergigi.

"Saya maunya seperti itu. Tapi hasilnya (UU Ormas yang baru) kan tidak seperti itu," kata Gamawan di Jakarta, Jumat (26/7).

Gamawan menyebutkan, prosedur pembubaran ormas yang dianggap 'anarkis' saat ini sangat berbelit. Padahal, awalnya UU Ormas ditujukan untuk memudahkan membubarkan ormas FPI.

"Panjang sekali prosedurnya. Mulai dari teguran hingga tiga kali, penghentian kegiatan, hingga pembubaran," paparnya.

Belum lagi kalau kejadiannya ada di daerah di mana wewenang pembubaran berada di pemerintah daerah. "Itu pun harus melalui proses pengadilan," keluhnya.

Gamawan mengakui sejumlah pihak mengkritik dirinya karena tidak berani menindak FPI. "Saya berani. 10 kali saya berani. Tapi berani berdasarkan UU. Kalau di luar itu tidak," katanya.

Ketika ditanya mengapa pengurus FPI pusat tidak dikenakan hukuman walaupun aksi sweeping dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia, Gamawan menyatakan, "Saya akan beri mereka sanksi kalau terbukti aksi sweeping-nya karena ada komando dari pusat."

[*/mtr]
Like → Tweet :
Join → Follow :
KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Artikel Pilihan Pembaca :

mobile=show