atjehcyber search

atjeh cyber tickhead

LOADING...

atjehcyber thumbkanan

rental mobil di aceh, rental mobil aceh, jasa rental mobil aceh, sewa mobil di aceh, rental mobil banda aceh, sewa mobil di banda aceh

atjehcyber stick

#TAGatjehcyber Home / /

FOTO: Dahsyatnya Bendungan Raksasa China

Sunday, July 28, 2013 18:39 WIB
Dibaca:   kali

atjehcyber, atjeh cyber, atjeh news, atjeh media, atjeh online, atjeh warrior, acehcyber, aceh cyber, aceh warrior, aceh cyber online, atjeh cyber warrior
AIR bercampur endapan lumpur menyembur deras melalui 3 celah sebuah dam raksasa di China. Tapi, itu sama sekali bukan bencana, melainkan salah satu cara untuk menguras endapan lumpur di Bendungan Xiaolangdi di Sungai Kuning, Luoyang, Provinsi Henan, China.

Selama 13 tahun terakhir, sekitar 390 juta ton per tahun, lumpur dikirim ke hilir sungai. Namun, jumlah itu telah menurun drastis menjadi 30 juta ton per tahun berkat metode yang memasukkan air melalui celah-celah dam.

Seperti dimuat situs power-technology.com, Dam Xiaolangdi -- yang membendung Sungai Kuning -- adalah megaproyek terbesar kedua setelah Dam Three Gorges atau Bendungan Tiga Ngarai yang menghubungkan tiga sungai di China.

Bendungan dengan tinggi 154 meter dan lebar 1.317 meter ini dibangun untuk mengatasi banjir. Selain itu, bendungan tersebut juga menghemat konsumsi listrik. Xianglangdi ini memiliki kapasitas pembangkit listrik 1.836 Mega Watt, menghasilkan 5,1 miliar kWh listrik per tahun.

Proyek ini menelan biaya sebesar US$ 3,5 miliar atau sekitar Rp 34 triliun, termasuk untuk ganti rugi pemukiman sekitar 200.000 warga.

xiaolangdi-dam-2

xiaolangdi-dam-3

xiaolangdi-dam-8

xiaolangdi-dam-10

xiaolangdi-dam-5

xiaolangdi-dam-7

xiaolangdi-dam-4

xiaolangdi-dam-1

xiaolangdi-dam-6

xiaolangdi-dam-2


Like → Tweet :
Join → Follow :
KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Artikel Pilihan Pembaca :

mobile=show