TRENDING TOPIC #PARIS ATTACK #USA vs RUSSIA #MOST VIDEO
Follow

atjehcyber thumbkanan

rental mobil di aceh, rental mobil aceh, jasa rental mobil aceh, sewa mobil di aceh, rental mobil banda aceh, sewa mobil di banda aceh

atjehcyber stick

Matahari Tak Tenggelam, Bagaimana cara Muslim Eropa Utara Berpuasa?

Friday, June 12, 2015 17:23 WIB

Dibaca:   kali

atjehcyber, atjeh cyber, atjeh news, atjeh media, atjeh online, atjeh warrior, acehcyber, aceh cyber, aceh warrior, aceh cyber online, atjeh cyber warrior

Umat Muslim di wilayah Nordik (Eropa bagian Utara) kemungkinan akan mendapatkan panduan baru dalam menjalankan ibadah puasa untuk menyiasati waktu terbenamnya matahari yang hampir tidak pernah tenggelam di daerah tersebut. Hal itu dikatakan oleh asosiasi Muslim Swedia menjelang datangnya bulan Ramadan.

Datangnya Ramadan di Swedia akan jatuh pada 18 Juni 2015, hanya berselang tiga hari sebelum datangnya hari-hari terpanjang tahun ini. Pada saat itu, matahari akan bersinar sepanjang waktu di wilayah Lingkar Artik (Artic Circle) dan hanya terbenam selama beberapa jam. Hal ini dikhawatirkan akan menjadi masalah bagi umat Muslim yang berpuasa hingga matahari terbenam.

“Kami memiliki dua pertanyaan sulit, bukan hanya waktu untuk berbuka puasa di wilayah utara, tapi juga waktu untuk mulai berpuasa,” kata juru bicara Asosiasi Islam Swedia Mohammed Kharraki, seperti dilansir , Jumat (12/6/2015).

“Anda seharusnya berpuasa sebelum matahari terbit pada waktu subuh. Tapi tidak ada waktu subuh yang sesungguhnya pada bulan-bulan musim panas di Stockholm,” lanjut Kharraki lagi.

Pada tahun-tahun sebelumnya, umat Muslim di kota-kota wilayah sub artic dianjurkan untuk berbuka pada waktu yang sama dengan umat Muslim di wilayah selatan. Namun, dalam pertemuan yang dilakukan oleh pemuka agama Islam dari Eropa dan Swedia pekan ini, sebuah pendekatan baru diusulkan.

“Sekarang Anda sebaiknya berbuka dan memulai puasa dengan melihat waktu terakhir matahari terlihat jelas terbenam dan terbit,” kata Kharraki. Dia mengatakan, panduan ini masih dalam pembicaraan dan kemungkinan pilihan untuk berbuka pada awal malam hari agar sejalan dengan Muslim di belahan dunia lain juga bisa ditambahkan.

Peraturan baru yang sedang digodok oleh European Council for Fatwa and Research (Dewan Eropa untuk Fatwa dan Penelitian) diharapkan dapat dijalankan di seluruh benua dan akan dimasukkan saran bagi para Muslim untuk berbuka puasa untuk menghindari tumbangnya mereka karena kekurangan makan dan minum.

“Orang-orang dapat mencoba untuk berpuasa selama 19 jam namun tidak dapat melakukannya. Itu bukanlah pemikiran yang benar. Jika Anda tidak dapat melakukan pekerjaan Anda atau bertahan, maka itu adalah waktunya untuk berbuka,” kata Kharraki.

KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Artikel Pilihan Pembaca :

mobile=show

Copyright © 2015 ATJEHCYBER — All Rights Reserved